ngompro.desa.id- Setelah sekitar 20 tahun vakum, Lomba Cerdas Cermat Klompencapir Pertanian kembali digelar di Ubalan Desa Paras, Kabupaten Pangkur berlangsung pada tanggal 27 Agustus 2026. Salah satu visi utama Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan Kabupaten Ngawi adalah mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan, berkelanjutan, sehat, dan berdaya saing, Bapak Camat Pangkur Eddy Sukamto berkolaborasi dengan Koordinator Penyuluh Pertanian menyelenggarakan lomba Klompencapir Berbudaya antar desa. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kelompok tani untuk menguji pengetahuan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pukul 10.00 WIB. Lomba Cerdas Cermat Klompencapir Pertanian 2026 tersebut dihadiri oleh Bapak Sekcam Pangkur, Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pangkur bersama para Kelompok Tani se-Kecamatan Pangkur yakni dari Desa Ngompro, Waruk Tengah, Pangkur, Pleset, Sumber, Gandri,Paras, Pohkonyal, dan Babadan. Klompencapir merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa.
Koordinator BPP Kecamatan Pangkur sekaligus panitia, Agus Pasianto, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas bukan sekadar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan petani, khususnya terkait pertanian. Selain cerdas cermat, panitia juga memperkenalkan desanya masing-masing beserta yel-yel antarkelompok. Ada 2 tahapan dalam lomba cerdas cermat, yang pertama setiap desa mengambil 1 amplop secara acak dan mengambil sesuai kehadirannya. Tahapan yang kedua yaitu berebutan menjawab pertanyaan dan jika salah poin akan dikurangi 5 poin jika benar akan ditambah 10 poin.
Acara berlangsung dengan lancar dan yang mendapat juara adalah :
Selanjutnya penyerahan hadiah oleh Bapak Arif Setiyono selaku Sekretaris Kecamatan Pangkur dan dilanjut dengan foto bersama.
Lomba ini menjadi simbol semangat ‘Pertanian Kecamatan Pangkur Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing wujud nyata sinergi antara penyuluh dan petani untuk mewujudkan kemandirian pangan. Dari hal tersebut diharapkan kegiatan seperti ini bisa berlangsung setiap tahunnya dan juga menjadikan awal dari desa-desa yang lain juga mengadakan hal serupa dalam membentuk dinamika sosial dan budaya dalam penyebaran informasi.