Rabu (06/05) BUMDES Putra Mandiri Ngompro mengembangkan pangan berupa budidaya melon hidroponik yang teknisinya oleh Pak Amirul adalah salah satu anggota BUMDES Ngompro. Unitnya terletak di Dusun Pilang Desa Ngompro Kecamatan Pangkur tepatnya Pasar Pilang ke Selatan yang berada di selatan jalan / depan rumahnya Bapak Kasun Pilang. Melon Premium "MIDORI" Greenhouse yang memiliki makna "Melon Inovasi Desa Rasa Istimewa". Acara ini dihadiri Oleh Bapak Camat Pangkur beserta Ketua TP PKK Kecamatan, Kasi Pemerintahan, Kasi PMD, Bhabinsa, Babhinkamtibmas, BPD, LMPD, RT, RW beserta semua perangkat yang dimulai pukul 10.00 WIB. Terdapat hiburan elektone yang memeriahkan acara tersebut.
Acara dimulai sambutan dari Bapak Kepala Desa dilanjutkan Bapak Camat Pangkur. Dalam sambutan Bapak Kepala Desa mengucapkan terimkasih banyak atas mengapresiasi kreativitas Bumdes Desa Ngompro yang mampu mengolah potensi pertanian menjadi destinasi wisata edukatif sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar. Menurutnya, konsep wisata petik melon seperti Petik Melon Hidroponik Green house Midori tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong regenerasi petani serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Melalui kegiatan ini, Bapak Camat menegaskan komitmennya dalam pengembangan agrowisata inovatif yang meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan lokal. Sebagai informasi tambahan, merencanakan perluasan komoditas melalui budidaya anggur yang masih dalam tahap pertumbuhan, guna mendorong nilai ekonomi hasil pertanian serta penguatan pertanian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dan bekerjasama dengan UMKM yang ada disekitar.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 06-09 Mei 2026, dan mendapatkan sambutan luar biasa dari pengunjung. Kegiatan tersebut berjalan dengan sistem self-harvesting, di mana pengunjung memetik langsung buah melon, kemudian dilakukan penimbangan untuk menentukan harga berdasarkan berat per kilogram. Jenis melon yang dibudidayakan merupakan varietas premium dengan kualitas unggul seperti melon berwarna kuning (Sweet Lavender) dan melon Putih (jenis white Kirin).
“Metode penanaman melon di sini menggunakan sistem hidroponik, sehingga nutrisi dan sirkulasi air dapat dikontrol setiap hari sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan jamur dan ketidakseimbangan nutrisi,” Ujar Pak Amirul
Selanjutnya, pengunjung yang tertarik dapat memperoleh penjelasan edukasi mengenai teknik penanaman, proses pertumbuhan, hingga waktu panen optimal. Waktu operasional kunjungan tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu terbaik untuk memetik melon umumnya pada sore hari karena kondisi suhu yang lebih stabil.
Kegiatan ini turut mendapatkan respons positif dari pengunjung. Bu Gita, salah satu pengunjung dari Daerah Tambakromo, Padas, menyampaikan bahwa pengalaman memetik melon secara langsung memberikan kesan yang menarik.
“Citarasa dari buah melon disini enak dan berbeda, teksturnya lebih renyah dibanding melon pada umumnya, sehingga saya minat untuk kembali berkunjung bersama keluarga,” ungkapnya.
Wisata ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ngompro, khususnya petani milenial yang tertarik dengan bidang pertanian. Selain itu, wisata ini juga bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya pertanian organik dan berkelanjutan.